Osculation, bahasa ilmiah untuk ciuman, merupakan bagian termanis dalam
sebuah hubungan.
Ciuman lebih dari sekedar melekatkan bibir Anda di bibir pasangan, karena
ciuman memiliki sejarah dan fakta-fakta uniknya tersendiri.
1. Hewan pun berciuman!
Ciuman merupakan sesuatu yang datang secara alamiah, tanpa perlu dipelajari.
Sama seperti bayi yang baru lahir, mencari puting susu ibunya tanpa harus
diarahkan. Tak hanya manusia, saling kecup bibir juga dilakukan sejumlah hewan.
Bonobos, sejenis simpanse dari Kongo, diketahui dapat berciuman selama 12 menit
non-stop. Begitu pula dengan beberapa jenis ikan.
Ciuman memang dapat dilakukan dengan mengikuti insting, tapi Anda dapat
mempelajari teknik-teknik untuk membuat ciuman Anda terasa lebih
mengesankan.
2. Manusia berciuman sejak jaman pra-sejarah
“Bukti manusia berciuman sejak jaman dulu terdapat dalam narasi Vedic
Sanskrit kuno dari India yang sudah berusia 3.500 tahun,” ungkap Sheril
Kirshenbaum, penulis buku The Science of Kissing: What Our Lips Are Telling
Us.
Belum diketahui apa makna dan tujuan manusia pra-sejarah berciuman, namun
aktivitas ciuman telah bergulir dari waktu ke waktu. Di era tertentu, ciuman
dilakukan saat seorang ibu memberi makan anaknya yang belum bisa mengunyah.
Makanan terlebih dulu dikunyah sang ibu untuk menghaluskan teksturnya, baru
kemudian diberikan kepada si kecil melalui mulutnya.
3. Tradisi ciuman di seluruh dunia
Kissing is universal. Nyaris di seluruh belahan dunia, kecup-mengecup
dilakukan. Kecuali di beberapa suku di Afrika Selatan yang menganggap ciuman
sebagai hal yang menjijikkan.
Orang-orang Eskimo punya cara tersendiri untuk berciuman. Tidak dengan bibir,
tapi dengan menggosokkan hidung satu sama lain. ‘Ciuman’ dengan hidung juga
dilakukan suku Inuit di Kanada dan Maori di New Zealand. Dengan hidungnya,
mereka menghirup bagian antara hidung dan bibir atas pasangannya
kencang-kencang.
4. Ciuman pertama, paling mengesankan
Para peneliti dari Butler University menyebutkan, manusia cenderung lebih
mengingat momen first kiss ketimbang pertama kali melepas keperawanan atau
keperjakaannya. Sensasi kimia dalam tubuh yang dihasilkan saat berciuman, diduga
menjadi penyebab mengapa ciuman pertama begitu mudah untuk dikenang.
Tekanan dan rangsangan di bagian bibir saat berciuman, mampu melepaskan
hormon oxytocin. Hormon ini seringkali disebut love hormone yang menghasilkan
perasaan gembira dan terikat pada seseorang. Maka tak heran, melihat pasangan
yang sedang kasmaran atau ibu dan bayinya berciuman, seketika terasa
heart-melting.
5. Ciuman bisa bikin ketagihan
Anda pernah merasa seolah tak ingin berhenti menciumi si dia? Salahkan pada
hormon dopamine yang muncul di otak Anda saat berciuman. Zat kimia yang satu ini
meningkat selama Anda berciuman dan membuat Anda terobsesi pada pasangan. Tapi
dopamine juga berbahaya, karena kemunculannya semakin meninggi saat Anda
berciuman dengan pasangan baru atau orang yang belum pernah Anda cium
sebelumnya. Inilah hormon alamiah yang seringkali mendorong seseorang pada
perselingkuhan.
dari Berbagai Sumber (gayahidup.plasa.com)